Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah, "Allah, apa yang Engkau lakukan?" Ia menjawab : "Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah,"Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?" Kemudian Allah menjawab,"Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu dibumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu."Subhanallah... Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini. Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu. Amin.
Minggu, 01 Januari 2012
Rencana Allah pasti indah
Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas." Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, "Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu." Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet. Kemudian ibu berkata,"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.
Senin, 01 Agustus 2011
kode rahasia samsung champ
setelah lama banget g bikin postingan, akhirnya di hari pertama bulan puasa ini Q sempetin nulis postingan yg mudah2an bermanfaat bwt temen2 smwa. Sambil nungguin waktu buka puasa tiba, Q mw berbagi tips trik tentang code2 rahasia yang bisa di gunakan di samsung champ,karena Q jga pengguna samsung champ jadi Q sedikit ngerti masalah samsung champ,ini beberapa code yang biasa Q pake,
Selasa, 15 Maret 2011
Nyuci motor pakai sunlight
Tips kere-hore kali ini bukanlah iklan untuk mempromosikan produk sunlight, tapi sekedar testimonial dari ane n beberapa temen-temen ane yang biasa nyuci motornya pake sunlight. Pernah juga ane ngeliat abang cuci motor juga pake sunlight sebagai senjata ampuhnya ngelawan noda.
Kamis, 23 Desember 2010
Puisi buat emakQ
IBU DI DESA
Puisi Linus Suryadi AG
Kadisobo
Ibu saya, seperti ibu-ibu lain di dusun jawa
Ia tak bias ngomong aktif Indonesia, tapi pasif saja
Tapi budi bahasa jawa ngoko dan karma, janagan tanya
Ia suka mengaliri sawah seperti juga hidupnya
Ibu saya, seperti ibu-ibu yang lain di susun jawa
Ia tak pernah lupa kehilangan seorang anaknya
Ia selalu ingat hari lahir dan hari kematiannya
Tapi ia selalu lupa besar tebusan bagi hidupnya
Ibu saya, seperti ibu-ibu yang lain disusun jawa
Ia suka cerita ganas dan rakusnya si Cebol kepalang
Sebelum 17 Agustus 1945. harta digarongnya pulang
Ia berjarik & baju goni dan bagor. Kutunya banyak pula
Ibu saya, seperti ibu-ibu lain di dusun Jawa
Ia suka berkeluh kesah soal harga panennya
Untuk gabah dan palawija. Untuk upacara desa
Tak seimbang dengan ongkos sakit dan sekolah anaknya di kota
Ibu saya, seperti ibu-ibu lain di dusun Jawa
Ia butuh sandang pangan dan papan secukupnya
Ia butuh kondangan bagi anak kandangnya
Dan asesori lumrah pacakan dalam pergaulan di desa
Ibu saya, seperti ibu-ibu lain di dusun Jawa
Pada esuk uthuk-uthuk in the morning ia masak
Lepas fajar ia pun berangkat ke sawahnya kerja
Tapi peteng repet-repet in the evening molor di depan tevenya
Ibu saya, seperti ibu-ibu lain di dusun Jawa
Ia gemar ketoprak, wayang purwa, terian Jawa
Tapi filemnya mancak tidak.”Tak pernah rampung”,kritiknya
Ia tak suka teka-teki seperti juga hidupnya
Ibu saya, seperti ibu-ibu lain di dusun Jawa
Ia pun suka ziarah ke kubur. Nengok bumi leluhur
Kubur bumi lebih mulia ketimbang kuber laut dan api
ia kirim bunga tanda kasih dan kasihNya yang abadi
ibu saya,, seperti ibu-ibu lain di dusun jawa
ia suka ke pasar bringharjo di lota
segala keperluan dapur. Sehabis musim tidur
dia ia pun rajin menaikkan beban hidupnya ke sorga
ibu saya,, seperti ibu-ibu di dusun jawa
ia suka ,,, berbagi suka-duka dengan para tetangga
lhaya.Ibu saya. Ia selalu butuh ini dan itu juga
tapi kebutuhannya tak lebih besar dari ibu-kota.
Puisi Linus Suryadi AG
Kadisobo
Ibu saya, seperti ibu-ibu lain di dusun jawa
Ia tak bias ngomong aktif Indonesia, tapi pasif saja
Tapi budi bahasa jawa ngoko dan karma, janagan tanya
Ia suka mengaliri sawah seperti juga hidupnya
Ibu saya, seperti ibu-ibu yang lain di susun jawa
Ia tak pernah lupa kehilangan seorang anaknya
Ia selalu ingat hari lahir dan hari kematiannya
Tapi ia selalu lupa besar tebusan bagi hidupnya
Ibu saya, seperti ibu-ibu yang lain disusun jawa
Ia suka cerita ganas dan rakusnya si Cebol kepalang
Sebelum 17 Agustus 1945. harta digarongnya pulang
Ia berjarik & baju goni dan bagor. Kutunya banyak pula
Ibu saya, seperti ibu-ibu lain di dusun Jawa
Ia suka berkeluh kesah soal harga panennya
Untuk gabah dan palawija. Untuk upacara desa
Tak seimbang dengan ongkos sakit dan sekolah anaknya di kota
Ibu saya, seperti ibu-ibu lain di dusun Jawa
Ia butuh sandang pangan dan papan secukupnya
Ia butuh kondangan bagi anak kandangnya
Dan asesori lumrah pacakan dalam pergaulan di desa
Ibu saya, seperti ibu-ibu lain di dusun Jawa
Pada esuk uthuk-uthuk in the morning ia masak
Lepas fajar ia pun berangkat ke sawahnya kerja
Tapi peteng repet-repet in the evening molor di depan tevenya
Ibu saya, seperti ibu-ibu lain di dusun Jawa
Ia gemar ketoprak, wayang purwa, terian Jawa
Tapi filemnya mancak tidak.”Tak pernah rampung”,kritiknya
Ia tak suka teka-teki seperti juga hidupnya
Ibu saya, seperti ibu-ibu lain di dusun Jawa
Ia pun suka ziarah ke kubur. Nengok bumi leluhur
Kubur bumi lebih mulia ketimbang kuber laut dan api
ia kirim bunga tanda kasih dan kasihNya yang abadi
ibu saya,, seperti ibu-ibu lain di dusun jawa
ia suka ke pasar bringharjo di lota
segala keperluan dapur. Sehabis musim tidur
dia ia pun rajin menaikkan beban hidupnya ke sorga
ibu saya,, seperti ibu-ibu di dusun jawa
ia suka ,,, berbagi suka-duka dengan para tetangga
lhaya.Ibu saya. Ia selalu butuh ini dan itu juga
tapi kebutuhannya tak lebih besar dari ibu-kota.
Minggu, 28 November 2010
Trik telepon gratis
I. TRIK TELEPON GRATIS DALAM KOTA (LOKAL)
Fasilitas dan cara yang digunakan:
Fasilitas dan cara yang digunakan:
- Telpun umum koin yang masih hidup (sekarang kan banyak telepon koin yang udah g ke urus ama telkom)
- Pencet angka 1551 <--- catatan: angka 1 terakhir mencetnya lama ya, hingga ada nada "tut/nit/nada sela lainnya"
- Klo tanda bunyinya udah kamu denger lanjutin pencet nomor yang dituju ( nomor telepun lokal tentunya)
- Kamu akan mendapatkan sambungan langsung dari telkom ke no telp yang dituju, maka kamu bisa bicara sampe dower.
Langganan:
Postingan (Atom)



